Mengenal Penyakit Autoimun Lupus, Rheumatoid Arthritis (Rematik), Thyroiditis, Diabetes Type 1A, Sjogren Syndrome,dll

Sistem imun pertahanan tubuh berperan untuk melindungi tubuh kita dari zat-zat asing penyebab penyakir seperti virus, bakteri, jamur dan lain sebagainya. Virus, bakteri, jamur tersebut terdapat di semua tempat. Sistem imunlah yang men-kontrol jumlahnya sehingga tidak terjadi infeksi. Apabila terjadi infeksi maka kita akan jatuh sakit, seperti flu, cacar air, infeksi perut, demam berdarah,dll. Sistem imun akan menyerang virus atau bakteri tersebut supaya kita menjadi sehat kembali. Kalau kita cek darah di lab sistem imun adalah yang disebut sebagai Leukosit (sel darah putih). Mereka ini ibaratnya seperti tentara yang menjaga keamanan suatu negara.

Sel darah putih

Sel darah putih

Pada orang yang sehat, sistem imun dapat membedakan mana virus, bakteri atau jamur yang jahat dari bakteri yang baik dan dari organ tubuh sendiri. Auto imun terjadi ketika sistem pertahanan tubuh tidak dapat membedakan antara virus penyebab penyakit dengan suatu sel-sel tubuh sendiri. Dalam artian, sistem imun salah mengartikan sel-sel tubuh sendiri tersebut sebagai penyebab penyakit, sehingga mereka menyerang sel-sel organ tubuh tersebut. Berbeda dengan asma dan alergi yang disebabkan karena sistem imun yang over reaktif terhadap zat asing (debu, kacang, ikan laut, dll), autoimun bereaksi terhadap sel tubuh sendiri.

Autoimun banyak jenisnya tergantung sel-sel mana yang diserang oleh sistem imun. Yang paling umum di Indonesia adalah rematik (bukan rematik asam urat tapi rheumatoid arthritis) dimana sistem imun menyerang sel persendian sehingga menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Contoh yang lain adalah diabetes type 1A dimana sistem imun menggerogoti pankreas sehingga tidak bisa memproduksi insulin lagi. Dan satu lagi adalah lupus.

Lupus adalah autoimun paling ganas. Lupus bervariasi tingkat keparahannya. Ada yang menyerang kulit saja ada yang menyerang berbagai organ-organ tubuh vital seperti ginjal, paru-paru bahkan otak. Sampai menyerang sel-sel darah seperti sel darah merah, trombosit dan haemoglobin. Lupus dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya jika tidak berhasil di-manage dengan baik. Satu contoh lain adalah autoimun Thyroiditis dimana sistem imum menyerang kelejar thiroid sehingga menyebabkan hipotirod atau hipertiroid. Selengkapnya tentang jenis – jenis auto imun dapat dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Autoimmune_disease

Sampai saat ini belum diketahui penyebab autoimun ini dan belum ada obat untuk menyembuhkannya. Namun dicurigai bahwa faktor genetik(keturunan), hormon dan lingkungan berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini. Penggunaan bahan pengawet, msg / micin, polusi, pencemaran logam berat, penipisan ozon yang menimbulkan peningkatan intensitas ultraviolet matahari, penggunaan anti biotik jenis keras seperti ciprofloxacin, stres berlebihan, dll juga dicurigai memiliki peran.

Penyakit ini adalah yang paling misterius dalam dunia kedokteran, sangat sedikit yang diketahui oleh para ahli tentang mekanisme sakit ini. Lebih misterius daripada kanker atau HIV/AIDS. Baru-baru ini terdapat riset yang mencurigai bahwa berbagai penyakit misterius lainnya seperti autis, parkinson, dll sebagai autoimun.

Obat yang tersedia hanya untuk mengurangi gejala saja dengan cara melemahkan sistem imun secara keseluruhan baik secara non selektif atau selektif. Hal ini seperti pisau bermata dua karena sistem imun juga berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari virus, bakteri, dll. Sehingga obat autoimun meningkatkan resiko terkena infeksi. Obat lainnya berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit seperti paracetamol, ponstan, tramadol, dll serta pemberian zat sintetis replacement seperti insulin buatan atau tiroid pada penderita diabetes type 1a dan autoimun thyroiditis. Pantangan makanan pun juga tidak diketahui dengan pasti. Hanya dengan trial and error ( coba – coba) saja.

Cellcept. Salah satu obat autoimun

Cellcept. Salah satu obat autoimun

Autoimun termasuk sakit kronis yang berkepanjangan bahkan bisa jadi seumur hidup karena tidak ada obat untuk menyembuhkannya. Perjalanan penyakit ini bervariasi dari waktu ke waktu. Kadang flare (kumat), membaik, memburuk, bisa juga remisi (berhenti). Di sini remisi bukan berarti sembuh karena bisa jadi flare lagi suatu saat.

Penderita autoimun golongan sistemik seperti lupus atau sjogren’s syndrome biasanya sangat lama sekali terdiagnosis sejak awal mula sakitnya, karena memang gejalanya tidak spesifik dan menyerupai sakit – sakit lainnya. Serta sangat sedikit dokter yang memahami atau bahkan tidak tahu kalo ada penyakit jenis ini. Sehingga si penderita telah berkeliling ke berbagai jenis dokter, meminum berbagai jenis obat sebelum diagnosis autoimun ditegakkan.

Gejala yang paling umum adalah demam berkepanjangan yang apabila kita ke dokter sudah hampir pasti di-diagnosis sebagai infeksi sehingga diberi obat anti biotik. Gejala umum lainnya adalah sakit pegal – pegal, lemas, tidak nafsu makan serta gejala – gejala yang tergantung organ mana yang diserang.

Tulisan di atas saya rasa sudah dapat memberi gambaran tentang autoimun dari sudut pandang kedokteran. InsyaAllah pada tulisan saya selanjutnya saya akan menceritakan perspektif dan pengalaman saya sendiri dari sudut pandang orang pertama sebagai penderita. Ya, saya adalah salah satu penderita autoimun dengan jenis Sjogren’s Syndrome  yang mirip dengan lupus sejak tahun 2010.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan, Pengalaman dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mengenal Penyakit Autoimun Lupus, Rheumatoid Arthritis (Rematik), Thyroiditis, Diabetes Type 1A, Sjogren Syndrome,dll

  1. tutus berkata:

    Sy jg penderita nefrotik syndrom sejak 2008,.sampai.skrang msh sering kambuh bahkan.udah komplikasi ke mata krn konsumsi.steroid jngka pnjng, hrs bgmana ya, apa.ada.komunitas penderita spt sy?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s